kimirochimi.blogspot.com

kimirochimi.blogspot.com
Senin, 01 Oktober 2012

Jembatan Timbang PKS Rama-Rama (weighbridge)..


JEMBATAN TIMBANG (WEIGHBRIDGE)
Jembatan Timbang adalah alat untuk mengukur berat yang dilengkapi dengan platform dan load cell sebagai  sensor terhadap gaya berat (analog) yang diberikan dan mengirimkannya ke Avery – weigh dan selanjutnya dikonversikan ke dalam satuan berat (digital). Jembatan Timbang (WEIGH BRIDGE STATION) dilengkapi dengan fasilitas cctv dan memiliki sistem komputerisasi secara otomatis yang tersambung ke Kantor Tata Usaha (KTU) dan tersambung juga ke Pusat (Jakarta). Ada dua buah jenis jembatan timbangan, yaitu jembatan timbang I dan jembatan timbang II. Jembatan timbang I difungsikan khusus untuk menimbang Tandan Buah Segar (TBS) yang masuk kedalam pabrik dan jembatan timbang II difungsikan untuk menimbang hasil produksi yang akan dikirim/dijual. Jembatan timbang I dan II memiliki panjang 1500 cm dan dilengkapi dengan arah panah penunjuk center dari jembatan timbang tersebut.


Weighbridge mempunyai fungsi sebagai berikut:
1.      Menimbang Tandan Buah Segar (TBS)
2.      Memonitoring perbedaan brutto, tara, dan netto
3.      Mengetahui data produksi buah dari kebun
4.      Mengetahui jumlah hasil prosuksi yang akan dijual/dikirim

2.1.1        Klasifikasi Alat-alat yang digunakan
a.    Avery Berker
Avery Berkel adalah alat yang digunakan untuk menunjukan angka timbang secara digital dari setiap penimbangan buah dan truk yang masuk kedalam pabrik. Alat ini memiliki berat timbangan maksimum sebesar 60000 kg dan berat timbang minimal sebesar 400 kg. Ada dua tipe Avery Berkel yaitu Avery Berkel L225 dan Avery Berkel L500M. Kegunaan dari masing-masing Avery Berkel ini sama, yaitu untuk menujukan berat dari beban yang ditimbang. Hanya saja Avery Berkel L500M digunakan untuk memperjelas berat timbangan kepada supir truk agar para supir truk dapat melihat seberapa berat dari buah yang mereka bawa. Skala yang ditunjukan oleh Avery berkel adalah 10 kg, artinya apabila angka yang ditunjukanoleh alat ini berupa angka ganjil maka akan digenapkan ke angka puluhan yang paling dekat.
Contoh :
Berat timbangan sesungguhnya adalah 11987 kg, maka angka yang ditunjukan oleh avery berker adalah 11990 kg. karena ..87 kg lebih dekat ke ..90 kg dari pada ke ..80 kg.
b.    Komputer
Jembatan timbang ini juga dapat dilengkapi dengan system komputer,   CPU , Monitor, Keyboard,  Mouse, dan Local Area Network (SAP). Sofware Program yang mampu mencetak tiket jembatan timbang untuk ; Berat, Waktu, Tanggal, Bulan, Yahun, Jenis produksi, Kendaraan, Supplier, serta dapat menyimpan dan mengamankan data bulanan.
c.    Printer
Printer ini digunakan untuk mencetak data masuk dan data keluar yang telah diolah melalui perangkat computer yang di operatori oleh dua orang. Dua buah printer ini dipasangkan masing-masing dengan perangkat computer.
d.   Plat Form
Stasiun jembatan timbang Rama-Rama Mill dan KCP memiliki 2 buah Plat Form.
e.    Load Cell
Setiap jembatan timbang memiliki 6 Load Cell
Pada sistem Weigh Bridge ada dua proses penimbangan antara lain :
1.      Penimbangan barang masuk
Yang dimaksud penimbangan barang masuk adalah dimana barang dimuat terlebih dahulu pada saat dilakukan penimbangan pertama dan pada saat penimbangan kedua truk/traktor dalam keadaan kosong (tanpa muatan).
Prosedur penimbangannya dan administrasi secara umum:
·         Truk angkutan Tandan Buah Segar harus membawa Surat Pengantar Buah (SPB) yang mencakup data :
- Nomor Surat Pengantar             
- Jumlah janjang kosong
- Asal Kebun                                
- Berat dikirim
- Tahun tanam                              
- Nama Supir
- Block/Divisi                               
- Nomor Kendaraan
·         Sebelum memasuki jembatan timbangan pengemudi harus melaporkan Surat Pengantar-nya kepada Satpam agar dapat dicatat pada buku register penerimaan Tandan Buah Segar.
·         Truk pengangkutan Tandan Buah Segar dapat melakukan penimbangan pertama yang diawasi oleh Satpam dengan ketentuan :
-          Supir harus turun dari truk
-          Posisi truk harus di tengah Plate Form
-          Mesin truk harus dimatikan
·         Truk pengangkutan Tandan Buah Segar dapat membongkar muatannya di Loading Ramp (tempat penimbunan Tandan Buah Segar) kemudian melakukan penimbangan kedua sama seperti penimbangan pertama.
Dari hasil penimbangan kedua operator timbangan mengeluarkan kartu timbang dan diserahkan pada pengemudi 1 (satu) rangkap yang dilengkapi dengan copy surat pengantar buah (SPB).
Kartu Timbang didistribusikan kepada :
-          Lembar pertama kepada pihak pengangkut
-          Lembar kedua kepada pihak pemasok Tandan Buah Segar
-          Lembar ketiga untuk file timbangan
-          Lembar keempat untuk file krani produksi
Selesai penimbangan kedua supir kembali melaporkan hasil penimbangannya kepada Satpam untuk mencatat Tonase dari hasil penimbangan ke dalam buku register penerimaan Tandan Buah Segar.
Berikut ini adalah yang dicatat oleh satpam pada saat supir menyerahkan SPB :
-          Nama supir
-          Nomor polisi kendaraan
-          Jenis SPB
-          Divisi
-          Perkebunan buah dating
-          Jam lapor
-          Jam masuk
-          Jam keluar
-          Netto

2.      Penimbangan barang keluar
Penimbangan barang keluar meliputi :
-          Pengiriman Crude Palm Oil (Minyak Sawit).
-          Pengiriman Kernel (Inti Sawit).
-          Pengiriman Cangkang

Prosedur penimbangan dan administrasinya secara umum:
·         Sebelum dilakukan penimbangan pengemudi harus melaporkan Delivery Order (DO) jual yang masih berlaku serta SIM/KTP pengemudi.
·         Selanjutnya Satpam membuat surat izin masuk pabrik untuk diteruskan ke Krani Produksi.
·         Setelah surat izin masuk disetujui truk dapat melakukan penimbangan pertama dengan ketentuan :
-          Kondisi dalam bak/tangki truk harus bersih (tidak ada barang tambahan).
-          Pengemudi harus turun dari kendaraan.
-          Posisi truk harus benar-benar di tengah Plate Form.
-          Mesin kendaraan harus dalam keadaan mati.
-          Setelah selesai melakukan pengisian muatan, dilakukan penimbangan kedua.
-          Pastikan truk diparkir di lokasi pagar pabrik untuk dilakukan pemasangan segel/gembok oleh krani produksi atau operator, pemasangan yang diawasi oleh Manager atau personalia.
-          Sebagai sumber data pembuatan SPB (Surat Pengantar Barang), hasil analisa laboratorium mengenal quality Crude Palm Oil atau inti sawit diserahkan kepada operator Weighbridge.
-          Data dari hasil penimbangan di check kembali oleh krani produksi dan diserahkan kepada supir beserta surat izin keluar pabrik yang telah distempel dan ditandatangani oleh Manager atau Personalia.
-          Sebelum keluar dari pabrik, supir harus melaporkan kembali data hasil penimbangan kepada satpam untuk memberikan informasi jumlah tonase yang dibawa.
-          Distribusi kartu timbang pengiriman Crude Palm Oil/inti sawit adalah sebagai berikut :
·         Lembar pertama kepada pihak pembeli atau bulking.
·         Lembar kedua kepada pihak transport.
·         Lembar ketiga untuk file timbangan.
·         Lembar keempat untuk krani produksi.


2.1.1        Dokumentasi
Dalam administrasi weighbridge terdapat beberapa dokumen/form yang digunakan, yaitu:
1.      Kartu Timbang
2.      Surat Pengantar Barang (SPB)
3.      Kartu Janjangan Kosong

2.1.2        Prinsip kerja jembatan timbang (WEIGH BRIDGE)
Prinsip kerja Jembatan timbang adalah dengan menggunakan Load Cell yang dikalibrasi setiap dua minggu sekali. Load Cell akan mengirimkan sinyal digital ke avery berker. Jembatan timbang juga harus selalu dilakukan check weigh bridge setiap 6 bulan sekali. Tujuan dari pada check weigh bridge timbangan adalah agar timbangan tetap akurat. Check weigh bridge timbangan dilakukan oleh Pusat (Jakarta) dan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menggunakan batu timbang seberat 10000 kg. Orang dari pusat yang melakukan check weigh bridge ini disebut OLC (Oil Loss Control).

2.1.3        Masalah dan solusi dalam stasiun jembatan timbang
Ada beberapa kendala yang terjadi dalam melakukan proses timbangan diantaranya:


a.       Apropal
Apropal terjadi karena kesalahan dalam berkendara saat memasuki area jembatan timbang yang mengakibatkan bruto sama dan tara sama. Artinya adalah berat kosong truk melebihi berat kosong truk yang telah masuk dalam data pabrik yang dikarenakan supir truk menambahkan beberapa tambahan beban dalam truknya. Hal ini dapat diselesaikan dengan cara staf KTU datang keruang operator timbangan kemudian membuka data dengan password khusus KTU untuk mengubah data dengan berat yang sebenarnya dan supir yang melakukan kesalahan ini dikenakan sanksi.
b.      Petir dan hujan
Jembatan timbang yang dilengkapi dengan system komputerisasi secara otomatis dapat terganggu apabila terjadi petir dan hujan, sehingga kegiatan dalam statiun jembatan timbang dihentikan, dikhawatirkan mengganggu jaringan system komputerisasi yang telah ada serta dapat mempengaruhi hasil penimbangan karena load cell sangat sensitif terhadap perubahan yang terjadi.
c.       Mesin truk tetap hidup
Masalah ini sering terjadi dikarenakan ada beberapa truk pengangkut yang tidak bisa dihidupkan kembali saat mesin mati. Hal ini dapat menyebabkan hasil timbangan tidak akurat dan dapat merusak load cell akibat getaran dari mesin truk pada saat penimbangan.

.
Gambar - gambar Jembatan Timbang







5 komentar:

wisnu wardhana mengatakan...

mas minta tolong dijelaskan software/aplikasi apa yg digunakan untuk timbangannya ? trims

Suci Fitriani mengatakan...

terimakasih atas info nya kunjungi juga https://timbanganterbaik.wordpress.com/

Suci Fitriani mengatakan...

https://timbanganterbaik.wordpress.com/

Via Nur Lia mengatakan...

boleh mampir ke blog ini :)
https://timbanganlengkap.wordpress.com/2015/09/21/jembatan-timbang/

BennyFromWordBenjamin mengatakan...

boleh minta programmer manual, saya mau baca datanya langsung ke alat timbangannya dan simpan ke database saya, kalau ada sdk vb.net/6 akan lebih bagus. email ke benny.acolyte@gmail.com ya.

terima kasih sebelumnya.

Posting Komentar

komentar pengunjung

 
;